Raguel Lewi

Ada banyak hal dan inspirasi yang memicu seorang pencipta lagu dalam menciptakan karya terbaiknya. Namun tidak seperti itu untuk Raguel Lewi. Dalam menciptakan sebuah karya, pencipta lagu yang akrab dipanggil El ini dapat terpicu dari tiga hal.

"Yang men-trigger gue dalam membuat karya itu ada tiga biasanya. Satu, very deep emotion, emosi yang dalem yang gue rasain. Bukan berarti patah hati juga sih, ada very strong emotion yang pengen gue keluarin, biasanya gue keluarin dalam bentuk lagu. Kadang ada emosi yang ngga enak dan coba gue keluarin, jadinya lagu patah hati."

"Yang kedua, cerita yang menarik perhatian gue. Dulu gue pernah semobil sama Mytha (Lestari) dan Barry (Maheswara), terus Mytha cerita gimana dia dulu pertama kali ketemu Barry. Nah, tiba-tiba ada sudut pandang yang gue tangkep, akhirnya gue bikin lagu untuk kawinan mereka sambil makan bakso. Cepet jadinya."

"Yang ketiga referensi lagu. Misalkan gue denger sebuah lagu yang bikin gue tertarik banget, gue bisa bikin mikirin buat dapet moodnya, bikin rasa yang hampir sama, tapi mungkin beda sedikit."

Namun ketika ditanya seberapa sering terpicu karena ketiga hal tersebut, El kembali menjelaskan.

"Biasanya sih terjadi pas gue lagi ngga mikir. Jadi pas gue lagi di jalan, lagi ngga mikirin soal apapun, jadi biasanya terjadi pada saat gue lagi ngga siap menulis lagu. Ngga lagi di meja, atau pas lagi mau merekam. Pas lagi ngga ada beban dan lepas. Kadang pas lagi serius juga bisa, tapi jadi butuh waktu aja nulisnya. Tapi pas lagi lepas, bisa melodi dan liriknya tiba-tiba muncul dan nempel, ngga butuh proses langsung jadi." tutup Raguel.

Works

Other Composer